Mengenal Perbedaan PrestaShop dan Wordpress

PrestaShop dan Wordpress adalah sama-sama content management system (CMS) yang populer digunakan oleh banyak orang di dunia ini. PrestaShop banyak digunakan untuk membuat website e-commerce, semacam toko online yang bisa digunakan untuk berjualan barang. Wordpress sering dipakai untuk membangun website berita, tutorial, catatan perjalanan, dan yang sejenisnya. Keduanya dapat diintegrasikan untuk mendapatkan website yang fungsional. Pembaca dapat membaca artikel sekaligus berbelanja.

Membaca artikel lalu berbelanja sekarang ini menjadi sebuah tren yang tidak terpisahkan. Banyak penggiat marketing menggunakan strategi seperti ini untuk menarik perhatian pembaca. Karena, sadar maupun tidak sadar, keinginan berbelanja kadang hadir di saat yang tidak terduga.

Nah, dalam pembahasan kali ini akan bercerita sedikit tentang PrestaShop dan Wordpress. Pembahasan akan dimulai tentang penjelasan masing-masing platform. Setelah itu akan dijelaskan sedikit perbedaan di antara keduanya. Dan yang terakhir membahas tentang kombinasi keduanya.

Tentang PrestaShop

Perkembangan situs online untuk penjualan sekarang sangatlah cepat, banyak orang yang lebih memilih belanja online dikarenakan harga yang lebih murah dan tidak perlu capek-capek keluar rumah. Di jaman yang semakin canggih, developer berlomba-lomba untuk menciptakan sebuah fitur-fitur canggih untuk membangun bisnis online, salah satunya prestashop.

Pada tahun 2005 beberapa mahasiswa EPITECH IT School di Paris, Perancis memulai proyek PrestaShop. Awalnya proyek ini bernama PHPOpenStore dan hanya tersedia dalam dua bahasa yaitu inggris dan perancis. 3 bulan rilis, aplikasi sudah di terjemahkan dalam 13 bahasa.

PrestaShop merupakan CMS yang berbasis PHP MySQL yang sering kali digunakan oleh toko online. PrestaShop merupakan aplikasi open source. Jadi, PrestaShop adalah suatu sistem dengan menggunakan manajemen seperti konten keranjang belanja e-commerce yang professional yang bisa di unduh atau download secara gratis.

Sekitar 270.000 toko online memakai PrestaShop sebagai aplikasi dan memanfaatkan kemudahan dan solusi yang diberikan oleh prestashop. Terdapat 65 bahasa interface yang memudahkan. Pengguna yang banyak membuktikan bahwa prestashop merupakan solusi bagi toko online.

Terdapat 2 cara untuk menginstall PrestaShop: 1. Menginstal dengan XAMPP, 2. Menginstal dengan Softaculous di cPanel hosting.

Artikel lebih lengkap Cara Instal PrestaShop

Kelebihan PrestaShop

  • User-friendly.
  • Ekstensif.
  • Multi-bahasa.
  • Mudah dalam Kostomisasi dan Modulasi.
  • Transaksi online yang dapat disesuaikan dengan undang-undang.
  • Terintegrasi dengan digital marketing.
  • Bagus dalam manajemen stok dan pesanan.
  • Optimasi Layanan Pelanggan.
  • Memperluas Wawasan Owner Toko Online.

Fitur-Fitur PrestaShop

Sebagai media pembuat toko online prestashop di desain dengan cukup mudah dan tidak perlu mengerti pemrograman web. Langkah dasar hanya install, konfigurasi, upload katalog produk, dan mempromosikannya ke toko online.

  • Menampilkan produk (terlaris, item baru, dan lain-lain) di homepage.
  • Built-in gambar produk zoom
  • Akun pengguna dan pembeli berlangganan
  • Metode pembayaran tak terbatas
  • Modul Google Checkout yang siap diaktifkan
  • Fitur lengkap teks editor WYSIWYG (What You See Is What You Get)
  • Kategori dan subkategori yang tak terbatas
  • Pengaturan mata uang berbeda dan pengaturan pajak
  • Modul SMS
  • Pemberitahuan status pengiriman yang bisa disesuaikan
  • URL dan Permalinks yang ramah
  • Enkripsi SSL
  • Mesin Smarty Templating

PrestaShop bisa menerjemahkan ke dalam 65 bahasa termasuk bahasa Indonesia. Jadi, bagi yang masih belum mengerti bahasa inggris bisa menggunakan PrestaShop ini dengan cara yang sangat mudah. Bisa merubah desain atau tampilan dari toko online dengan cara menginstal template baru yang diinginkan. Atau juga bisa mengubah template dengan source code.

Adanya fitur shopping chart ini akan memberikan kemudahan bagi para pelanggan untuk memesan dan membeli produk dari toko online. Dapat membuat katalog produk yang akan dijual tanpa batasan dengan menggunakan fitur store builder ini. Bisa mempromosikan barang yang dijual dengan menggunakan PrestaShop ini karena adanya fitur yang mendukung sistem eMarketing. Dengan begitu, bisa memanjakan pelanggan untuk tetap loyal berbelanja di toko online.

Bisa mengakses toko online melalui berbagai platform web browser yang diinginkan. Hal ini karena PrestaShop mendukung responsive design. Bisa menganalisa dan melihat statistik atau perkembangan dari penjualan karena PrestaShop dilengkapi dengan brilian sistem analisa. Dengan begitu bisa melihat laporan penjualan setiap saat.

Bisa menambahkan fitur-fitur baru pada toko online yang dimiliki karena PrestaShop ini didukung dengan adanya sistem berbasis modules. Bagi yang ingin mengoptimasi peringkat toko online di mesin pencari, Bisa menggunakan fitur yang ada di PrestaShop. PrestaShop ini didukung dengan menggunakan SEF URL, meta keywords, meta data, dan lain sebagainya.

Tentang Wordpress

WordPress merupakan salah satu sistem manajemen konten paling populer untuk situs web. Plus, ada komunitas besar yang mendukung platform, termasuk pengembang, perusahaan hosting web, tema pihak ketiga, dan plugin. Sehingga membuat Wordpress digunakan oleh banyak orang.

Hampir 30% dari semua situs web menggunakan wordpress sebagai pilihan untuk membuat website. Sehingga Wordpress sangatlah populer. Wordpress mempunyai pilihan plugin yang sangat banyak, template yang dengan mudah dapat disesuaikan, pembaruan rutin sering dilakukan, mudah penggunannya bagi pemula.

Wodrpress memiliki banyak sekali tema dan plugin, terdapat juga filter anti-spam, SEO tools, popup modules,email subscription plugins, sehingga kamu dapat menyesuaikan situs web bisnis sesuai dengan spesifikasi yang tepat. Jika kamu tertarik dnegan pasar khusus atau pelanggan yang memiliki kebutuhan khusus, kamu tidak akan memiliki kesulitan dalam mengatur situs web yang tepat dengan semua fungsi yang dibutuhkan.

Fitur-Fitur Wordpress

  • Post

Post merupakan fitur yang paling penting, karena di fitur ini kita akan membuat artikel untuk di publish. Caranya adalah tinggal menggeser kursor ke arah menu tersebut dan submenu akan muncul otomatis. Lalu klik Tambah Baru (add new)’ untuk membuat tulisan baru dan Semua (all posts) untuk melihat semua artikel baik yang sudah diterbitkan maupun masih di dalam draft.

  • Media

Media berfungsi untuk menambahkan foto maupun video ke dalam gallery. Penggunaan media terdapat dua cara yaitu, melalui menu yanga ada di sebelah kiri atau melalui halaman postingan.

  • Laman (Pages)

Laman (Pages) fungsinya untuk menambahkan halaman baru tetapi berbeda dengan halaman posting. Pada menu ini kamu dapat menambahkan deskripsi blog, kontak, dan lainnya

  • Komentar (Comments)

Semua komentar yang sudah diterbitkan maupun yang sedang menunggu untuk di aprov akan muncul disini.

  • Tampilan (Appearance)

Terdapat Tema (Themes) untuk mengatur tema/template yang dipakai untuk website. Sesuaikan (Customize) untuk mengatur layout dari tema yang dipakai.

  • Plugins

Plugins berfungsi untuk memaksimalkan website, kamu bisa mengoptimalkan website secara otomatis tanpa harus develop secara manual.

  • Permalink

Salah satu keunggulan wordpress adalah kita bisa dengan leluasa mengatur bagaimana tampilan permalink. Permalink menginformasikan mengenai suatu link kepada user, dan merupakan hal yang harus diperhatikan dalam SEO (Search Engine Optimization). Permalink berbentuk seperti URL, yang dapat menghubungkan user untuk menuju ke suatu halaman website.

Jika suatu URL berbentuk (https://www.jogjahost.co.id/12312hjkh123) maka akan sangat sulit diingat oleh Google dibandingkan URL yang disungguhi permalink berbentuk (https://www.jogjahost.co.id/12312hjkh123/domain-murah-indonesia/)

Permalink berpengaruh pada SEO karena struktur permalink mendeskripsikan konten halamannya. Link Permalink yang sesuai dengan kata kunci akan lebih berpeluang muncul pada halaman pertama google.

PrestaShop dan Wordpress

Dari penjelasan di atas, mungkin sudah terlihat karakter masing-masing platform. PrestaShop lebih mengkhususkan diri ke CMS untuk membuat toko online dan sejenisnya. Wordpress untuk membangun website yang digunakan untuk menulis berita-berita, cerita-cerita kuliner, dan semacamnya.

Perbedaan PrestaShop dan Wordpress

  • Wordpress untuk membuat website yang beisi cerita.
  • PrestaShop untuk membangun website toko online.
  • Wordpress tidak disarankan untuk membuat toko online.
  • PrestaShop cocok untuk membuat toko online karena banyak fitur yang berhubungan dengan itu.

Gabungan Keduanya

Wordpress bisa digunakan lebih dari sekedar tempat berbagi cerita. Kamu bisa membangun sebuah website yang berisi cerita dan di saat yang bersamaaan para pembaca dapat berbelanja di website tersebut. Hal ini dimungkinkan dengan menambahkan plugin tambahan yang berfungsi untuk menghubungkan kedua platform ini.

Plugin ini mudah untuk diinstal dan digunakan. Dari plugin ini, website dapat dikostumisasi sehingga dapat diatur letak artikel, posisi tombol beli, posisi di mana barang dipromosikan, dan masih banyak lagi lainnya. Penempatan yang tepat akan menghasilkan website yang menarik pembaca untuk membelanjakan uangnya untuk produk yang kamu jual.

Penutup

Begitulah kira-kira penjelasan sedikit tentang PrestaShop dan Wordpress. Keduanya adalah platform yang berbeda dengan karakteristiknya masing-masing. Namun, keduanya dapat dihubungkan menjadi satu kesatuan dan menghasilkan banyak keuntungan di dalamnya.

Baca Juga:

Hosting Unlimited SSD

Sumber CPU dan alokasi memory lebih besar sehingga Anda lebih leluasa mengembangkan bisnis.

Promo Diskon 50%